Pamit

Baiklah jika memang itu yang kamu mau. Aku tak apa. Setidaknya aku sudah berjuang. Jika pada akhirnya bukan aku yang kamu cari, aku akan sepenuh hati rela. Tulisan ini mungkin hanya akan kamu baca begitu saja atau bahkan kamu hapus sebelum kamu menyentuh kalimat paling akhir. Namun jika masih ada sedikit aku di hatimu, sempatkan waktu sebentar membacanya. Setidaknya aku ingin setelah semua berakhir, kita tetap bisa baik-baik saja.

Aku tak mengerti apa alasanmu. Mungkin kau sudah menemukan bahagia yang tak lagi kau dapat dari hidupku. Atau mungkin kau terlalu takut mengatakan hal yang sejujurnya dan memilih hilang daripada berani mengungkapkannya. Atau mungkin kamu memang sudah ingin pergi, dan berbicara padaku hanya akan berujung aku berjuang dan kau jadi enggan. Itu sebabnya kamu menhgilang. Namun apa pun itu, mengertilah, aku sayang kamu. Tapi jika memang kamu tidak, cinta bukanlah satu hal yang memaksa.

Baik-baik di sana, bersama siapapun kelak, doaku akan tetap sama, semoga kau bahagia. Jika nanti ada satu waktu di mana kita bertemu, kuharap kita sudah sama-sama menemukan bahagia. Tak usah minta maaf, semua sudah aku maafkan, bahkan jauh sebelum kata itu keluar dari mulutmu.

Baik-baik di sana.


Aku pamit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages